Saat buang air kecil di kebun karet milik warga, Bdh (12) warga Desa Raksa Budi Kecamatan BTS Ulu, tiba-tiba didatangi oleh Usm (68).

Sang kakek yang masih satu kampung dengannya itu kemudian berkata “uken cecetmu” (minta kemaluanmu) sambil memegang bahu gadis kecil itu.

Saat itu, korban yang masih duduk di bangku sekolah dasar negeri (SDN) Desa Raksa Budi Kecamatan BTS Ulu tak kuasa menolak.

 

Niatnya yang semula datang ke kebun itu untuk mengambil bambu jadi urung.

Sebab, ia kemudian ditidurkan ke tanah oleh Usm dan dipaksa untuk melayani nafsu birahi sang kakek.

Peristiwa dugaan pemerkosaan anak di bawah umur ini terjadi pada bulan Mei 2017 sekira jam 12.00 wib.

Namun, bukan hanya sekali itu saja peristiwa itu terjadi.

Aksi mesum sang kakek kembali terulang.

Untuk yang kedua kalinya, Usm kembali berhasil menyetubuhi Bdh, yaitu pada bulan Oktober 2017sekitar pukul 13.00 wib.

Saat itu, korban sedang mengambil rumput untuk makanan ternak di kebun milik Usm, yang bukan lain adalah kakek tirinya tersebut.

Tiba-tiba bahunya dipegang oleh Usm, yang kembali berkata “uken cecetmu”.

Baca: Modus Beri Bantuan, Yanto Cs Perkosa RH di Kebun Karet. Obok-obok Anu Korbanya Sampai Gini

Astaghfirullah, Bocah ini Diperkosa Ayah Ibunya Sendiri Sejak 13 Tahun, Alasannya Bikin Polisi Emosi

Naas, Janji Ketemuan Dengan Teman Facebooknya, Siswi Cantik Ini Diperkosa, Begini Kejadiannya

Setelah itu, Usm membaringkan Bdh ke tanah dan membuka celananya, lalu menyetubuhi korban.

Usai Usm melampiaskan nafsunya, saat itu korban melihat ada cairan putih (sperma) yang keluar dari kemaluan pelaku.

Bdh kemudian mendorong Usm, lalu berlari pulang ke rumahnya.

Peristiwa yang merenggut kehormatan gadis kecil ini terungkap beberapa bulan kemudian.

Lalu dilaporkan ke Polsek BTS Ulu, dengan laporan polisi nomor: LP/B-06/II/2018/SUMSEL/RES.MURA/SEK.BTS ULu, tanggal 09 Februari 2018.

Yang melaporkan kasus dugaan pemerkosaan anak di bawah umur itu adalah Poniran (40), Kepala Sekolah SDN Raksa Budi.

“Kami mendapat laporan tentang tindak pidana pemerkosaan anak di bawah umur, pada Jumat (9/2/2018) sekitar pukul 10.00,” ungkap Kapolres Musirawas AKBP Bayu Dewantoro melalui Kapolsek BTS Uku Iptu Denhar, Sabtu (10/2/2018).

Usm (68), ditangkap anggota Polsek BTS Ulu, atas laporan dugaan pemerkosaan anak di bawah umur.
Usm (68), ditangkap anggota Polsek BTS Ulu, atas laporan dugaan pemerkosaan anak di bawah umur. (SRIPOKU.COM/AHMAD FAROZI)
Dikatakan, setelah menerima laporan, anggota langsung diperintahkan untuk melakukan penyelidikan kebenaran laporan tersebut.

Setelah dipastikan, kemudian dilakukan penyelidikan keberadaan pelaku.

Dan pada Jumat (9/2/2018), sekitar pukul 22.00 Wib, didapat informasi bahwa pelaku sedang berada di rumahnya di Desa Raksa Budi SP6 Kecamatan BTS Ulu.

Lalu, pihaknya bersama angggota langsung menuju rumah pelaku dan berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku tanpa perlawanan.

Selanjutnya pelaku di bawa ke Polsek BTS Ulu guna dilakukan penyelidikan dan penyidikan.

“Pelaku dapat dijerat pasal 81 ayat 1 jo 76 D UU RI No.35 tahun 2014 perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak,” ujar Iptu Denhar.

“Terkait kasus ini, kami sudah melakukan pemeriksaaan terhadap pelapor dan saksi lain.

Kemudian visum et repertum terhadap korban dan sita barang bukti, serta pemeriksaan terhadap pelaku,” katanya.

Mohon Klik ‘Suka’ atau gambar Jempol diatas, agar selalu dapat Berita terbaru. Jangan Lupa Bagikan ….

Sedang Pipis di Kebun Karet, Tiba-tiba Bahu Gadis Ini Dipegang Seorang Kakek dan Bilang Begini. Bacalah …..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *