Iqbal Azhari, pemuda satu ini belakangan jadi pembicaraan banyak orang. Alasannya tak lain karena sosoknya yang pernah membintangi sebuah judul sinetron itu diberitakan menghembuskan nafas terakhirnya. Banyak orang yang terkejut, apalagi mengingat usianya yang masih bisa dibilang muda. Tapi, sebenarnya bukan hanya cerita kematian yang membuat Iqbal menghenyak banyak orang, namun kisah hijrahnya yang bikin mata siapa pun sembab.

Lumpur menjadi berlian, ungkapan ini sepertinya pas untuk menggambarkan jalan hidup Iqbal. Berangkat dari seorang rocker yang bergelimang kegelapan dan nestapa, termasuk salah satunya menggambar sekujur tubuhnya dengan tato, pada akhirnya sosok satu ini menemukan pencerahan. Ia berubah 180 derajat dan menginspirasi semua orang. Kematiannya pun banyak dibilang sebagai ‘akhir yang baik’. Berikut kisah perjalanan sang rocker tobat ini.

Kabur dari rumah dan jauh dari orang tua

Ketika menginjak masa SMP, entah karena masalah apa, Iqbal kecil pernah kabur dari rumah orang tuanya di Bandung. Mungkin karena ego bocah atau alasan kaburnya memang pelik, ia pun tak kunjung pulang. Sampai akhirnya dirinya merasa jalanan sudah seperti rumah sendiri. Namun, entah karena pintu hatinya terketuk atau rindu orangtua, Iqbal pun memutuskan pulang.

Mungkin balasan untuk anak yang tak patuh, sesampainya di rumah Iqbal tak menemukan sosok-sosok orang terdekatnya. Kemudian ada seorang tetangga yang mengatakan jika kedua orangtua calon rocker ini sudah pindah ke Jakarta. Mungkin marah bercampur kesal dirasakan Iqbal ketika itu. Namun, alih-alih menyusul sang ibu bapak, ia malah kembali terjun ke kehidupan jalanan tanpa pernah lagi berharap pulang.

Bekerja Serabutan hingga Terlunta-lunta di Jalanan

Keputusan beraninya untuk hidup di jalanan, menjadi sebuah episode yang kelam dalam sejarah seorang Muhammad Iqbal Azhari. Berjuang hidup di tengah kerasnya jalanan, dirinya bekerja sebagai pengamen dan tukang parkir untuk sekedar bisa makan.

Bahkan jika tak ada uang, menyantap sisa makanan orang lain pun dilakoninya. Yang miris, ia juga pernah mengais timbunan sampah di sebuah restoran untuk mencari sisa-sisa makanan yang masih bisa disantap. Iqbal bertahan dengan kondisi ini cukup lama sampai akhirnya fase kehidupan baru menantinya. Ya, ini tentang musik cadas.

Musik Cadas Sebagai Jalan Menjadi Vokalis Band

Muhammad Iqbal Reza memang menyukai musik-musik dengan genre metal yang populer di saat itu. Ditunjang dengan pergaulan di lingkungan sekitarnya, membuat pria bertato tersebut pernah mencicipi “manisnya” dunia musik keras dengan menjadi vokalis sebuah band.

Alhasil, dirinya pun dikenal luas oleh kalangan pecinta musik Bandung sebagai seorang musisi sebuah band rock. Selain itu, dirinya juga pernah menjadi anggota sebuah klub hip-hop lokal Bandung. Hidupnya agak mendingan kala itu. Setidaknya ia tak lagi harus mengais sampah di depan restoran yang dulu sering dilakukannya.

Momen Haru Ketika Bertemu dengan Orang Tua

Benarlah sebuah pepatah yang mengatakan kasih orangtua tak terhingga sepanjang masa. Hal ini pula yang terjadi pada Iqbal Azhari. Setelah terpisah selama enam tahun, dirinya merasa bersyukur kala dipertemukan dengan kedua orang tuanya. Ya, akhirnya ia bertemu dengan sosok-sosok yang ia rindukan selama ini.

Ketika bertemu pertama kali, Iqbal tidak pernah menceritakan pengalaman kelamnya semasa hidup di jalanan. Meski begitu, kedua orang tuanya, terutama sang Ayah, tetap menganggap dirinya adalah anak yang baik. Orangtua memang akan selalu begini. Tak peduli anaknya seperti apa, mereka akan tetap menerima buah hatinya.

Sadar dan Taubat Karena Hampir Mati Overdosis

Tak hanya kehidupan jalanan, ada satu babak kelam lainnya dalam hidup Iqbal yang membuat pria ini makin terjerumus. Hal tersebut tak lain ketika ia akrab dengan obat-obatan. Jangan tanya seberapa sering pria ini memakai. Bahkan suatu ketika ia pernah overdosis yang membuat tubuhnya terkapar tak berguna di atas ranjang rumah sakit.

Di antara hidup dan mati, seolah secercah harapan membimbingnya. Entah bagaimana, kemudian Iqbal mengucapkan sebuah doa dan nadzar. Ia berjanji jika diberi kesembuhan maka ia akan bertobat dan hijrah dari dunia kegelapan. Tak lama Tuhan pun benar-benar mendengar doanya dan Iqbal dengan segenap hati melakukan apa yang pernah ia janjikan.

Aktif berdakwah di Jalanan dan Dekat dengan Beberapa Ustadz

Setelah mantap berhijrah, Iqbal mulai menata kembali kehidupannya yang pernah kacau dan berantakan itu. Perlahan ia mulai mendalami agama termasuk salah satunya adalah mendekatkan diri kepada para ustadz. Iqbal tak menyesal, ia seolah menemukan lagi tali kehidupan yang rasanya pernah hilang.

Diketahui Iqbal bersahabat dekat dengan beberapa ustadz terkenal, seperti Ustadz Solmed serta KH. Arifin Ilham. Berteman dengan orang-orang sholeh membuat mantan rocker ini terlecut. Tak hanya ingin semakin mendalami agama, tapi juga menyebarkannya. Iqbal pun berdakwah kepada anak-anak jalanan.

Terkena Penyakit Liver, Akhir dari perjalanan Dakwah

Kebiasaannya di masa lalu yang berkubang pada narkoba dan minuman keras, sangat berdampak pada kesehatan sosok pendakwah muda ini. Serangan penyakit liver stadium akhir yang menggerogoti kesehatannya, menjadi sebuah isyarat bahwa “tugasnya” sebagai manusia akan segera berakhir.

Benar saja, tak begitu lama setelah kesehatannya menurun, sang rocker isyaf ini pun akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya. Ketika itu banyak orang yang terperanjat akan hal tersebut. Namun, seperti yang diungkapkan di awal tadi, umur memang tak bisa ditebak. Tapi terlepas dari itu, banyak yang menganggap jika Iqbal memungkasi hidupnya dengan baik.

Hidayah dan cahaya iman dari Tuhan bisa datang kepada siapa saja. Tidak peduli masa lalu atau pun pekerjaan yang pernah dilakukan oleh seseorang itu. Hal ini tercermin betul pada kisah Muhammad Iqbal Azhari. Tak hanya tentang hidayah, kisah Iqbal juga seolah mengingatkan kita akan waktu. Selagi masih bernafas, maka kembalilah ke jalan yang benar. Sebelum semuanya terlambat.

Kisah Iqbal Azhari, Rocker yang Tobat dan Berhijrah Hingga Aktif Berdakwah Sampai Ajal Menjelang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *