Astaga Bikin Merinding Ternyata Inilah Alasan Mengapa Tali Pocong Harus Dilepas!((TERNYATA))

Kita semua wajib yakin apabila setiap yang bernyawa pasti bakal mati.

Entah itu manusia, fauna alias tumbuhan.

Sebab semua ada masanya sendiri untuk hidup di dunia.

Terutama bagi umat Islam, yakin apabila seusai mati. Manusia bakal hidup di alam lain yakni alam barzah alias alam kubur.

Sebab itu, ketika seorang muslim meninggal bakal dikuburkan dengan cara Islam dan wajib sesuai syariat.

Tergolong pembungkusan jenazah dengan kain kafan.

Selama ini, berkembang mitos di tengah masyrakat apabila jenazah yang dikuburkan tali pocongnya tidak dilepas maka arwahnya bakal gentayangan.

Dilansir dari Islampos, nyatanya melepas tali pocong bagi jenazah terbukti baiknya diperbuat.

Merujuk dari kisah Nabi Muhammad melepas ikatan kain kafan dari jenazah Nu’aim bin Masud.

Diriwayatkan oleh Al Atsram dari Ibnu Mas’ud mengatakan, ”Apabila anda memasukan mayit kedalam lahad maka lepaslah ikatannya. ” (Markaz al Fatwa No. 57585).

Disamping itu Imam Ar-Romli dalam kitabnya yang berjudul Nihayatul Muhtaj memberi tau,

“Apabila mayat telah diletakkan di kubur, sehingga dilepaslah seluruh ikatan dari tubuhnya berharap hidup baik yang membebaskannya dari kesusahan di alam Barzah, sebab itu, makruh hukumnya bilamana ada sebuahfaktor yang mengikat segi tubuh jenazah baik jenazah anak-anak ataupun jenazah dewasa,”

Berdasar pada kisah Imam Muslim diceritakan kalau ada seseorang pria jatuh dari onta lantas patah lehernya dan meninggal.

Rasulullah SAW juga bersabda yang berarti :
“Mandikanlah ia dengan air yang digabung dengan daun bidara, lalu kafani dengan ke-2 kain ihramnya, dan janganlah tutupi kepalanya, lantaran Allah bakal membangkitkannya nantinya di hari kiamat dalam kondisi membaca Talbiyah (sedang mengerjakan haji). ”

Dismpng it trkait asmsi brbgai orng apbila iktan-iktan tli kfan tdak dlepaskan sehingga mayat itu bakal bangun lagi alias sehingga pocong yaitu asumsi kurafat yang tidak memiliki dasar hukum di dalam agama bahkan juga bermengenaian dengan aqidah Islam.

Benarkah Arwah Gentayangan

DI lingkungan masyarakat telah populer sekali dengan adanya roh gentayangan.

Mereka percaya bahwa orang yang telah mati dapat hidup kembali berupa roh.

Mereka juga berasumsi bahwa orang yang matinya tidak wajar semacam bunuh diri ataupun di bunuh orang lain maka arwahnya penasaran.

Arwah tersebut bakal meminta sesuatu supaya arwahnya dapat tenang.

Tetapi, adakah arwah gentayangan dalam Islam?

Mengenai arwah gentayangan alias hantu ini adalah opini yang salah kaprah.

Bukan masalah ada tidak orang yang telah diganggu oleh hantu tersebut, tetapi dalam faktor mengalamatkan siapakah yang menakut-nakuti itu.

Terbukti ada riwayat yang menyatakan adanya ruh manusia yang menonton bagaimana orang-orang yang tetap hidup memperperbuat jasadnya.

Smcam yng drwaatkan dri Ab Sid Al-Khdri, Nbi SAW brsabda, Apbila jnzah tlah sip, kmudian kaum lelaki memikulnya di atas pundak-pundak mereka, maka jenazah itu orang shalih ia mengatakan: ‘Segerakanlah aku!’, tetapi apabila tidak (shalih), ia mengatakan terhadap keluarganya: ‘Celaka, bakal anda bawa kemana aku?’ Segala sesuatu bakal mendengar suaranya tidak hanya manusia, dan andaikan manusia mendengarnya niscaya bakal jatuh tersungkur,” (HR. Bukhari).

Allah dalam Q.S Al Mukminum: 99-100 memkabarkan bahwa orang-orang yang telah dikuburkan mustahil dapat kembali ke dunia, kecuali dibangkitkan seusai hari kiamat. Orng-orng kfir roh jahat trkrung dlam pnjra alm kbur.

Dan pada ayat lain (Q.S Arrum :56), sehingga tidak ada kekuasaan manusia (yang telah berada dialam kubur) untuk dapat kembali ke dunia ini.

Setanlah yang masuk ke dalam tubuh manusia dan mengaku-ngaku sebagi roh orang tua, alias orang-orang saleh. Sebab hanya setan (jin) yang diberi performa oleh Allah untuk masuk ke dalam tubuh manusia, sebagaimana keterangan Rasulullah SAW bahwa, “Sesungguhnya setan (jin) beredar di dalam diri manusia semacam ajaran darah,” (HR. Bukhari Muslim).

Astaga Bikin Merinding Ternyata Inilah Alasan Mengapa Tali Pocong Harus Dilepas!((TERNYATA))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *